Mengenal Jenis Jenis Plugin dan Fungsinya untuk Website

Dalam sebuah website maupun blog, plugin merupakan salah satu bagian yang penting. Sebab adanya plugin dapat membantu membangun website anda menjadi lebih maksimal. Dimana plugin sendiri adalah software atau aplikasi yang berlaku sebagai ekstensi dari program utama. Berikut jenis jenis plugin dengan fungsi dan karakteristik berbeda untuk kebutuhan website.

Mengenal Jenis Plugin

1. Plugin SEO

Plugin SEO adalah software yang dapat membantu pemilik website dalam meningkatkan peringkat situs mereka di hasil pencarian Google. Dengan menggunakan plugin SEO, artikel artikel yang tertulis di dalam portal website memiliki kemungkinan lebih tinggi supaya dapat muncul di halaman pertama mesin pencari.

Adapun salah satu plugin SEO yang paling banyak digunakan seperti Yoast SEO. Plugin ini berfungsi untuk membantu pemilik website dalam menganalisis artikel dari segi SEO yang akan dirilis. Jadi dengan mengandalkan Yoast SEO, anda bisa melihat apakah artikel tersebut memang sudah SEO friendly atau belum. Selain Yoast SEO, anda juga dapat menggunakan All in One SEO Pack.

2. Plugin Security

Jenis jenis plugin selanjutnya yaitu plugin security. Jenis plugin ini sangat umum digunakan oleh para pemilik website. Pasalnya fungsi dari plugin security yaitu membantu dalam menghindari ancaman keamanan terhadap situs web, seperti spam, brute force, dan lain sebagainya. Meski terlihat sepele, cukup banyak pengguna yang belum mengerti tentang pentingnya mengelola keamanan ini.

Padahal website yang menyimpan banyak data penting tentu sebaiknya lebih diperhatikan keamanannya. Terlebih di era digital seperti sekarang, cyber crime tengah marak terjadi. Sehingga data data anda yang ada di situs web pun berisiko dicuri atau mengalami kebocoran data. Jika tidak ingin mengalami hal tersebut, gunakan plugin security untuk mengelola keamanannya.

3. Plugin Landing Page

Bagi pebisnis yang menggunakan situs web untuk meningkatkan coversion rate, landing page adalah sebuah halaman yang sangat berguna. Namun banyak pengguna yang pada akhirnya memilih untuk tidak menggunakan landing page, dengan alasan tidak mahir atau tidak punya kemampuan coding.

Padahal dengan bantuan plugin landing page, hampir semua orang bisa membuat landing page tanpa harus mengerti coding terlebih dahulu. Karena jenis jenis plugin satu ini dapat membantu anda dengan mudah mengatur konsep dan tampilan landing page. Misalnya dengan plugin seperti Landing Pages, Zedity, atau OptimizePress 2.0.

4. Plugin Analytic

Anda tidak akan bisa mengukur sejauh mana website dapat bersaing apabila tidak mempunyai pengetahuan yang baik tentang jumlah visitor. Bahkan tanpa pengetahuan tersebut, seorang pebisnis yang menggunakan website untuk menjalankan usaha akan kesulitan dalam menentukan strategi marketing selanjutnya.

Itulah kenapa jenis plugin seperti plugin analytic ini akan sangat dibutuhkan. Plugin tersebut mencakup data data analitik mengenai website, yang berisikan jumlah klik atau jumlah pengunjung. Dengan mengandalkan beberapa plugin analytic seperti Jetpack atau Google Analytic, anda bisa secara mudah mengetahui jumlah visitor website.

5. Plugin Backup

Jenis jenis plugin berikutnya yaitu plugin backup. Sesuai dengan namanya, jenis plugin ini berfungsi untuk mengembalikan data situs web yang terhapus atau error. Karena website sangat lumrah untuk mengalami error pada kondisi tertentu, maka penting untuk memasang plugin backup. Contohnya dengan menggunakan plugin seperti UpdraftPlus dan BackWPUp.

Itulah berbagai jenis plugin dan fungsinya untuk website. Dengan banyaknya variasi plugin tersebut, ada kalanya pemilik situs web ingin menginstall berbagai jenis sekaligus untuk mendapat semua manfaat yang ada. Meski begitu, sebaiknya anda memilih jenis plugin yang sesuai dengan kebutuhan agar website tidak lantas menjadi berat dan lemot lantaran terlalu banyak plugin di latar belakang.